Menjelajahi 5 Pilar Utama “Stakeholder” BI

Share post
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Fadjar Majardi di acara GPR Conference, Jakarta, Kamis (22/2/2024). Foto: Fahmi/HUMAS INDONESIA.

Memahami stakeholder merupakan kunci utama dalam membangun dan menerapkan strategi komunikasi yang efektif.

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID Bank Indonesia (BI) memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas moneter dan perekonomian nasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, memahami stakeholder BI menjadi landasan penting dalam merancang dan menjalankan strategi komunikasi yang efektif.

Direktur Departemen Komunikasi BI Fadjar Majardi, dalam acara GPR Conference bertajuk “Layakkah Humas Berada di Eselon 1?” di Jakarta, Kamis (22/2/2024), menjelaskan lima lini stakeholder BI:

1. Normative Linkage (Public Affairs)

Normative linkage adalah hubungan yang terjalin antara organisasi dengan organisasi lain yang memiliki kesamaan dalam hal masalah atau nilai-nilai. James E. Grunig dan Todd Hunt dalam buku Managing Public Relations (1984) mendefinisikannya sebagai hubungan organisasi dengan pihak lain yang memiliki kesamaan dalam hal masalah atau nilai-nilai. Contohnya, hubungan BI dengan Kementerian Keuangan, di mana keduanya memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas ekonomi.

2. Enable Linkage (Parliament Relations)

Grunig dan Todd menjelaskan bahwa enable linkage adalah hubungan yang terjalin antara organisasi dengan kelompok sosial yang memiliki kewenangan untuk memberikan izin dan kontrol, sehingga memungkinkan organisasi tersebut untuk eksis. Enable linkage juga dapat diartikan sebagai hubungan dengan pihak yang melakukan pengawasan, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) dalam kaitannya dengan BI.

3. Diffused Linkage (Issue Management)

Masih dari buku yang sama, diffused linkage merupakan bentuk hubungan dengan elemen dalam masyarakat yang berperan dalam penyebaran opini publik. Kaitannya dengan BI, stakeholder yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah pers dan media.

4. Functional Linkage - Input (Employee Communication)

Hubungan fungsional (komunikasi karyawan) adalah pihak internal BI yang bertugas untuk menerapkan kebijakan. Contohnya, staf dan seluruh karyawan BI.

5. Functional Linkage – Output (Social Marketing Communication)

Hubungan fungsional (komunikasi pemasaran sosial) adalah pihak eksternal Bank Indonesia (BI) yang menjadi sasaran kebijakan. Contohnya, publik secara luas.

Dikutip dari lspr.ac.id, stakeholder memiliki empat fungsi dan peran. Di antaranya, untuk pengambilan keputusan, pengaruh dan dukungan, mendorong transparansi dan akuntabilitas, serta mempengaruhi reputasi perusahaan. (AZA)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas