Metode “EDFAT” untuk Menghasilkan Foto Jurnalistik Terbaik

Share post
Maha Eka Swasta, Editor Foto ANTARA NEWS saat mengisi kelas “Fotografi Jurnalistik” di acara GPR Academy BPSDM Jatim 2023, Surabaya, Selasa (5/12/2023). Foto: BPSDM Jatim.

Ada lima kaidah yang dapat menjadi panduan bagi humas saat mengambil foto untuk berita. Apa saja?

SURABAYA, HUMASINDONESIA.ID – Tak lengkap rasanya informasi tanpa gambar/foto. Selain isi berita, gambar atau foto jurnalistik merupakan salah satu faktor penunjang berita. Hal ini disampaikan oleh Maha Eka Swasta, Editor Foto ANTARA NEWS saat menjadi narasumber di acara GPR Academy BPSDM Jatim 2023 di Surabaya, Selasa (5/12/2023), foto jurnalistik atau yang disebut juga dengan berita foto merupakan berita visual yang disampaikan kepada masyarakat dan mempunyai nilai berita tinggi. Bahkan, berita foto mampu memotret kejadian yang lebih detail di balik peristiwa.

Lebih lanjut, Eka mengatakan, kunci utama menghasilkan fotografi jurnalistik adalah dengan menempatkan fotografer sebagai konsumen berita. Berangkat dari pemikiran itu, maka akan membangun fotografer untuk menentukan angle terbaik.

Menurutnya, ada metode yang biasa digunakan dalam dunia fotografi jurnalistik. Metode tersebut bernama EDFAT, akronim dari entire, details, frame, angle, dan time. Entire merupakan keseluruhan pemotretan yang dilakukan begitu melihat suatu peristiwa. Entire atau yang disebut juga dengan established shot juga dilakukan ketika fotografer hanya mengintai dan fokus pada bagian-bagian tertentu untuk dipilih sebagai objek.

Sementara detail merupakan tahapan selanjutnya dari entire. Yakni, pengambilan objek tertentu sebagai “point of interest”. Frame merupakan tahapan membingkat detail foto yang telah dipilih. Di tahapan ini, fotografer perlu mengatur komposisi, pola, tekstur, subjek pemotretan yang akurat. Kekuatan seni foto jurnalistik sangat ditentukan dari metode yang ketiga ini.

Angle merupakan sudut pandang objek foto tersebut dibidik. Angle foto meliputi dominan, ketinggian, kerendahan, level mata kiri, mata kanan, dan cara melihat. Teakhir, time. Time adalah tahap penentuan penyinaran dengan kombinasi yang tepat antara diafragma dan speed (kecepatan). (AZA)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas