Penjurian PRIA 2024: Penggunaan PESO Model dalam Komunikasi CSR

Share post
Penjurian PR INDONESIA Awards (PRIA) 2024 kategori Komunikasi CSR, Jakarta, Rabu (25/1/2024). Foto: Fahmi/PR INDONESIA

Penggunaan PESO Model jadi andalan beberapa korporasi untuk memaksimalkan taktik dalam mengomunikasikan program CSR.

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID–The 9th PR INDONESIA Award (PRIA) memasuki babak baru. Di hari ketiga ini, Kamis (25/1/2023), penjurian sesi presentasi ditujukan untuk kategori Komunikasi CSR. Tahun ini, total peserta Komunikasi CSR yang masuk ke panitia mencapai 148 entri. Setelah dilakukan seleksi, mereka yang lolos babak final berjumlah 64 entri. Nah, membuka sesi pertama ini, tercatat ada 32 entri yang akan dipresentasikan di hadapan dewan juri.

Dewan juri kategori Komunikasi CSR yang dilibatkan kali ini terdiri dari Asmono Wikan (founder dan CEO PR INDONESIA), Sam August (Director Purupiru), Verlyana Hitipeuw (CEO & Principal Consultant Kiroyan Partners), Mohamad Fahmi (Senior Associate Multi-Sector Partnership ID), Mirana Bandi (dosen Universitas Bakrie).

Pada kategori ini, peserta diminta untuk menunjukkan komunikasi dalam menyukseskan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). Salah satunya, ditunjukkan oleh Mira T. Anisa, CSR Analyst Pertamina Mahakam. Dalam pemaparannya, mereka menggunakan pendekatan PESO Model yang merupakan akronim dari paid, earned, shared, owned media, untuk mendukung aktivitas CSR perusahaan. Khususnya, program Mahakam Winners (Wowen Enterpreneurship).

Secara garis besar, kata Mira, program ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat, khususnya perempuan dan penyandang disabilitas, dalam pengelolaan potensi lokal. Termasuk memanfaatkan hasil alam hutan Delta Mahakam, perkebunan serta olahan hasil laut dan daur ulang sampah di seluruh wilayah sekitar operasi PT Pertamina Hulu Mahakam di Kutai Kartanegara dan Balikpapan.

Adapun taktik PESO Model digunakan untuk menarik simpati, memasarkan, mendukung keberlanjutan program tersebut. Antara  lain, dengan mengikuti ekspo UMKM, nasional, regional, hingga internasional, menggunakan marketplace, dan menggunakan sosial media.

Sementara PT PLN Indonesia Power Cilegon juga menekankan sistem komunikasi buttom up, yakni menyerap dan memahami kondisi masyarakat sekitar. Menurut  Ali Nur Fikri, Ahli Muda CSR Indonesia Power, upaya ini dilakukan untuk menyukseskan program pemberdayaan masyarakat sekitar PLTA Saguling.

Tahap komunikasi ini dimulai dari menyusun perencanaan termasuk social mapping, rencana strategis (Renstra), rencana kerja (Renja), implementasi, monitoring, melakukan sistem pelaporan, hingga evaluasi. Dalam pelaksanaannya, mereka berkolaborasi dengan lintas stakeholder, atau dikenal dengan istilah pentahelix. Yakni, kolaborasi yang melibatkan perusahaan, pemerintah, masyarakat, akademisi, dan media.

Dalam program pemberdayaan masyarakat ini, mereka mengusung pesan kunci “Sejahtera di tanah jawara (SETARA)”. Program ini memfokuskan kepada pemberdayaan perempuan, kelompok rentan, dan zero waste.  

Seperti halnya Pertamina Hulu Mahakam, mereka juga melakukan pendekatan PESO Model dalam mengimplementasikan taktik komunikasinya. Antara lain, dengan menerbitkan buku- buku Mitra Binaan, jurnal internasioanl, media koran, televisi lokal dan nasional yang bersifat nonprofit, monitoring dengan berbagai grup media sosial, seperti grup WhatsApp dengan nama Mitra PLN IP SGL, BESTI FARM, dan Saguling Berdaya. Hingga, memaksimalkan seluruh kanal media sosial untuk memperluas jangkauan informasi. 

PRIA 2024

PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi yang menilai kinerja kehumasan/PR di kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perusahaan swasta nasional, multinasional, BUMN, anak usaha BUMN, BUMD, hingga perguruan tinggi.

Tahun ini, ajang yang sudah berlangsung selama kali kesembilan tersebut diikuti oleh 694 entri dari 190 institusi. Entri tersebut terentang dari kategori Owned Media, Kanal Digital, Manajemen Krisis, Laporan Tahunan, Program PR, Departemen PR, hingga Komunikasi CSR.

Seluruh karya peserta selanjutnya dinilai oleh 17 juri yang kompeten di bidangnya masing-masing. Ikuti terus perkembangan informasi terkini terkait perjalanan kompetisi PRIA #9 hanya di www.prindonesia.co dan humasindonesia.id. (dlw)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas