Strategi Mempertahankan “Trust” di Era Digital

Share post
Strategi Mempertahankan “Trust” di Era Digital

Dalam suatu perusahaan atau organisasi, bisnis dan sosial harus berjalan bersamaan. Agar kondisi ini dapat terwujud, harus ada hubungan emosional dengan para pelanggan. Namun, dari seluruh hubungan emosional yang terpenting adalah trust.

BALI, HUMASINDONESIA.ID – Menurut Direktur Komunikasi Danone Indonesia Arif Mujahidin era digital mendorong terjadinya sejumlah transformasi di dunia public relations (PR). Salah satunya, on-line visibility yang yang harus didukung dengan off-line visibility. Selain itu, komunikasi yang tidak bisa lagi dilakukan satu arah, harus memuat dialog dan feedback. Kemudian pendekatan melalui kanal yang menyeluruh, bangkitnya media on-line, banyaknya aktivis dan stakeholder digital, hingga pembuatan konten digital yang memiliki beragam bentuk dan gaya.

Dalam menghadapi seluruh transformasi ini, lanjut Arif saat mengisi sesi konferensi jelang acara puncak Jambore PR INDONESIA (JAMPIRO) #5 di Bali, Selasa (29/10/2019), PR bertugas menjaga reputasi sekaligus menghimpun kepercayaan publik dengan mengangkat nilai sosial perusahaan melalui storytelling  

Tak lupa Arif menyampaikan beberapa strategi yang dilakukan bersama tim untuk mengelola trust dari para pemangku kepentingan. Antara lain:

 

Cerita tentang Keberlanjutan

“Sustainability is a good story,” kata pria yang sebelumnya berkarier sebagai Corporate Affairs Head di Sari Husada. Ia berpendapat, apabila suatu perusahaan hanya fokus berdagang produk, tentu akan membosankan. Untuk itu, Arif bersama tim fokus untuk menyampaikan komitmen bahwa produk yang dihasilkan berdampak baik pada kesehatan dan menegaskan bahwa perusahaan tidak merusak lingkungan dalam menjalankan bisnis.

 

Percaya pada Hubungan Manusia

Menjalin hubungan atau relasi yang baik dengan pihak-pihak eksternal seperti influencer, blogger, vlogger, dan jurnalis masih menjadi hal yang penting. Danone Indonesia secara rutin melakukan seri edukasi bagi blogger, vlogger dan jurnalis untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang industri yang digeluti. Ketika sudah tercipta pemahaman, para produsen informasi ini bisa menghindari jebakan hoaks.

 

Tawarkan Pengalaman

Untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat luas, Danone memiliki sejumlah program yang mengajak masyarakat terjun ke lapangan untuk melihat langsung aktivitas perusahaan baik bisnis maupun sosial. Misalnya, kunjungan ke pusat daur ulang, diskusi dengan ahli gizi, dan kunjungan media.

 

Kolaborasi dengan Komunitas

Danone Indonesia mendukung dan terlibat langsung dalam kegiatan komunitas yang berhubungan dengan visi sosial perusahaan. Contohnya, ikut mengumpulkan dan memilah sampah plastik di venue Asian Games 2018 bersama komunitas Indo Relawan, bersih gunung bersama Trashbag Community, dan berpartisipasi dalam kegiatan Clean Up Jakarta.

 

Perkuat Media Sosial

Maraknya media sosial, meyakinkan kita akan prinsip content is the king. Namun, untuk memenangkan kepercayaan publik di ranah digital, tidak cukup dengan kemampuan PR saja. “Harus diperkuat dengan scientific data,” ujarnya. Seperti kiprah Danone Indonesia di dunia health and nutrition, hoaks banyak beredar. “Kita menghadapinya dengan membuat pernyataan resmi yang justru tidak berasal dari kita, tapi didukung oleh data dari asosiasi. Misalnya, BPOM,” ujar Arif.

Menurutnya, ada banyak faktor sukes ntuk membangun trust. “Yang penting, kita sebagai PR harus membangun hubungan, kepercayaan yang organik dengan wartawan dan influencer. Sehingga, ketika terjadi krisis, suasana tetap kondusif, dapat tertangani dengan baik, dan perusahaan dapat mempertahankan kepercayaan publik. (den)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas