Tips Mengelola Media Sosial untuk Badan Publik

Share post
Pemilik Andaf Corporation Group Nugraha Andaf saat melakukan penjurian AHI 2023 di Jakarta, Rabu (18/10/2023). Dok. Penjurian AHI 2023

Dalam mengelola media sosial, ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh badan publik agar dapat menarik atensi audiens. Simak di sini. 

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID—Data We Are Social dan Hootsuite 2023 menunjukkan media sosial masih menjadi medium yang paling diminati masyarakat dalam memperoleh informasi.

Masih dari data tersebut, Facebook diketahui menjadi platform media sosial yang paling banyak digunakan secara global. Sementara TikTok menjadi platform media sosial yang paling banyak digunakan berdasarkan waktu yang dihabiskan dengan rata-rata 23,5 jam/bulan. Angka ini diikuti oleh YouTube dengan rata-rata waktu dihabiskan 23,1 jam/bulan.

Evidensi ini menunjukkan betapa potensialnya media sosial sebagai medium komunikasi. Termasuk bagi pemerintah sebagai badan publik. Namun, media sosial badan publik kerap dianggap membosankan.

Padahal, kata pemilik Andaf Corporation Group, agensi bisnis marketing, Nugraha Andaf, kepada HUMAS INDONESIA, di Jakarta, Rabu (18/10/2023), media sosial dapat digunakan oleh badan publik untuk menyebarkan informasi-informasi penting. “Zaman sekarang, penting sekali bagi badan publik mengelola media sosial secara efektif agar dapat meningkatkan engagement dan meraih atensi publik,” ujarnya di sela-sela penjurian Anugerah HUMAS INDONESIA 2023.

 Ia lantas merangkum empat tips yang dapat digunakan oleh badan publik dalam mengelola media sosial. Antara lain:

1. Relevan dengan Target Audiens

Dalam mengelola media sosial, penting bagi badan publik untuk memastikan konten yang dibuat memiliki relevansi dengan target audiens. Oleh karena itu, badan publik harus mampu mengidentifikasi audiens yang menjadi sasaran. Badan publik juga harus mengetahui karakter dari setiap platform media sosial. Hal ini dikarenakan setiap media sosial memiliki karakter dan target audiens yang berbeda-beda. “Untuk itu, diperlukan analisis yang tajam agar dapat membuat konten yang sesuai audiens yang menjadi sasaran,” kata Nugraha.  

2. Membuat Konten yang Kreatif

Nugraha juga menyarankan agar lembaga publik lebih kreatif dalam mengelola sosial media. Konten yang kreatif diperlukan untuk menarik atensi audiens terutama di menit-menit awal. 

3. Lebih Sering Membuat Konten Video

Tips selanjutnya, badan publik hendaknya lebih sering memuat konten video. Bukan tanpa alasan, kata Nugraha, konten video jauh lebih menarik atensi publik ketimbang konten statis seperti foto. Hal ini selaras dengan pernyataan Clea Warburton, ilmuan saraf kognitif dari University of Bristol Clea Warburton, yang juga mengungkapkan bahwa otak manusia memang memiliki lebih banyak korteks untuk mengolah informasi bersifat visual.

4. Menganalisis Konten

Tips terakhir yang tidak kalah penting adalah menganalisis konten. Dari semua konten-konten yang sudah diunggah ke media sosial, penting bagi badan publik untuk mengetahui konten mana yang paling diterima audiens. Hasil analisis konten ini dapat menjadi refleksi bagi badan publik untuk mengetahui konten yang disukai oleh audiens. (HUR)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas