5 Langkah Penting dalam Komunikasi Krisis

Share post
Founder dan CEO HUMAS INDONESIA Asmono Wikan.

Menurut founder sekaligus CEO PR INDONESIA Group Asmono Wikan, humas harus berpegangan kepada lima langkah penting ketika melakukan komunikasi krisis. Apa saja?

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID—Menurut founder sekaligus CEO PR INDONESIA Group Asmono Wikan, komunikasi krisis dilakukan bukan untuk tujuan membenarkan kesalahan yang terjadi. Baginya, hal itu mesti dilakukan semata untuk mengurangi dampak buruk terhadap reputasi organisasi.

Secara ringkas ia menjelaskan, seyogianya komunikasi krisis dilakukan agar dampak dari persoalan yang ada tidak meluas. ‘’Komunikasi saat krisis bertujuan untuk menjelaskan duduk perkara kesalahan secara lebih proposional,” ujarnya dalam Webinar GPR Provinsi Jawa Timur ‘’Mengelola Komunikasi Krisis, Melalui Pendekatan Kehumasan yang Efektif’’, Selasa (25/6/2024).

Sejalan, lanjut pria kelahiran Yogyakarta itu, komunikasi krisis tidak boleh dikelola secara sembarangan. Langkah-langkah komunikasi yang tidak disertai dengan kebijaksanaan, katanya, justru akan berpotensi memperparah krisis. ‘’Bersikap denial, menyalahkan pihak lain, serta mengumbar pernyataan tidak empatik justru akan membuat krisis kian parah,’’ sambungnya.

Dalam hal ini, menurut penulis buku Energi Kebaikan & Komunikasi Empatik (2021) itu, terdapat setidaknya lima langkah yang bisa dijalankan humas ketika melakukan komunikasi krisis. Pertama, berkata jujur tentang situasi yang terjadi. Kedua, sampaikan permohonan maaf untuk kinerja organisasi yang terganggu.

Ketiga, humas harus menegaskan bahwa organisasi akan terus memperbaiki keadaan. Hal ini harus dibuktikan dengan aksi yang konkret. Keempat, meminta dukungan masyarakat agar organisasi bisa lebih kokoh dan memberi kebermanfaatan yang makin besar.

Terakhir, berkomunikasi kepada para pemangku kepentingan secara berkelanjutan untuk menjelaskan perkembangan penanganan krisis. “Intinya dari semua itu adalah komunikasi, sampaikan kepada publik faktanya, serta minta maaf dengan sikap rendah hati,” ujar Sekretaris Jenderal Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat itu.

Selain menyampaikan permintaan maaf, Asmono juga menyarankan agar humas dapat mengomunikasikan hal-hal baik yang telah dilakukan organisasi untuk meredam krisis. ‘’Kita bisa mengomunikasikan kebaikan organisasi yang mungkin saja selama ini publik tidak tahu untuk membuat persepsi negatif publik lebih terkendali,” tandasnya. (HUR)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas