Empat Tujuan Komunikasi Persuasif yang Wajib Diketahui Humas

Share post
Untuk mencapai tujuan komunikasi, praktisi humas dapat melakukan pendekatan persuasif. Foto: squline.com

Komunikasi persuasif memiliki tujuan yang bervariasi. Apa saja?

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID – Berkomunikasi tidak melulu soal bertukar informasi. Ada kalanya, kita berkomunikasi untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya, percakapan antara penjual dengan pembeli yang bermaksud mempromosikan produk. Penjual melakukan komunikasi dengan pendekatan persuasif agar barang dagangannya dibeli oleh calon pembeli.

Definisi persuasi menurut Febriana M I Siahaan dalam modul Komunikasi Persuasif yang diterbitkan oleh USAID adalah salah satu bentuk komunikasi yang bertujuan untuk memengaruhi dan meyakinkan orang lain. Ada empat tujuan komunikasi persuasif. Simak ulasannya di bawah ini.

1. Perubahan Sikap

Komunikasi persuasif dengan tujuan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir dari audiens yang diteruskan dengan perubahan sikap.

2. Perubahan Pendapat

Saat berkomunikasi, komunikator memiliki argumentasi yang dipresentasikan kepada komunikan. Namun, sering kali terdapat perbedaan pendapat antara keduanya. Komunikasi persuasif bisa dijadikan sebagai alat untuk mengubah pola pikir dari komunikan.

3. Perubahan Perilaku

Perubahan perilaku menjadi keberlanjutan dari efek perubahan sikap yang dirasakan oleh komunikan setelah mendapat komunikasi persuasif dari komunikator.

4. Perubahan Sosial

Komunikasi yang ditujukan untuk ruang publik sering kali dapat membawa dampak terhadap perubahan dalam lingkungan masyarakat. Misalnya, komunikasi dari perangkat desa yang mengajak warga untuk mengikuti program pemerintah.

Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah salah satu lembaga yang sudah merasakan keampuhan melakukan komunikasi publik dengan pendekatan persuasif. Terutama, untuk mengomunikasikan  terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rizka Fatihanah berjudul Pengaruh Komunikasi Persuasif dalam Kegiatan Penyuluhan Anti Narkotika Badan Narkotika Nasional Kota Depok terhadap Sikap Remaja, Studi Kasus Siswa-Siswi SMP Negeri 4 Depok (2019) diketahui komunikasi persuasif yang dilakukan pada kegiatan penyuluhan antinarkotika BNN Kota Depok memengaruhi 20,3% sikap remaja selaku responden.

Dalam praktiknya, masih dalam penelitian tersebut, komunikasi persuasif mengutamakan kelebihan tanpa harus menutupi kekurangan dalam berkomunikasi. Dan, mengedepankan argumentasi berdasarkan data serta fakta. (AZA)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas