Humas di Era Transformasi Digital

Share post
Muhammad Iqbal Muttaqin selaku moderator tengah memandu jalannya acara meet & discuss JPRD 2022 di Hotel Grand Serela Yogyakarta, Sabtu (26/11/2022). Foto: Perhumas Muda Yogyakarta

Praktisi, akademisi, delegasi organisasi, hingga mahasiswa bertukar pikiran mengenai isu kehumasan di era digital.

YOGYAKARTA, HUMASINDONESIA.ID Guna memperingati ulang tahun yang ke-50 Perhimpunan Hubungan Masyarakat (PERHUMAS) Indonesia, Perhumas Muda Yogyakarta menggelar kegiatan Jogja Public Relations Day (JPRD) 2022. JPRD tahun ini mengusung tema “PR Digital Transformation for Metaverse Era”. Terdapat tiga rangkaian acara JPRD, yakni SIBER (Sinau Bersama) talkshow, meet & discuss, dan awarding.

Ketua Umum Perhumas Muda Yogyakarta, I Ketut Adi Mariana berujar tema kegiatan transformasi digital menjadi topik JPRD karena dinilai berkaitan erat dengan permasalahan kehumasan saat ini. “Kita gali terkait isu digital apalagi sekarang public relations sedang gencar-gencarnya membuat reputasi digital,” ujarnya usai acara meet & discuss di Hotel Grand Serela Yogyakarta, Sabtu (26/11/2022).

Acara talkshow JPRD 2022 sendiri telah dilaksanakan Sabtu, (12/11/2022) di Gedung Amphetarium Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dua narasumber hadir dalam kegiatan yang mengusung topik “Digital PR for Digital Reputation”. Mereka adalah Esty Nadya Rafyanti, Analis Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Indah Wenerda, Dosen UAD Yogyakarta.

Dalam kegiatan talkshow tersebut, Esty lebih banyak membahas mengenai praktik kombinasi komunikasi public relations (PR) yang dilakukan baik secara konvensional maupun modern (digital). Adapun Indah menekankan masalah literasi digital yang seharusnya menjadi kompetensi setiap individu. Literasi digital tersebut dapat bermanfaat sebagai penangkal berita hoaks.

Sementara itu, acara meet & discuss mengangkat topik “Metaverse as a Futuristic Idea in Facing Digitalization Issues”. Dalam acara ini, hadir dari berbagai kalangan PR seperti praktisi, akademisi, delegasi organisasi di Yogyakarta, dan mahasiswa humas maupun ilmu komunikasi. Terdapat tiga isu yang dikupas dalam kegiatan ini, di antaranya: konektivitas digital, kecakapan dan literasi digital, serta arus data lintas batas negara.

Literasi Digital

Salah satu peserta diskusi, Rima Nabila dari Premiere UGM menyinggung masalah data pribadi yang bulan September lalu sempat menghebohkan masyarakat Indonesia. Menurut Rima, setiap individu harus dibekali dengan kemampuan menjaga data pribadi dengan cara berliterasi digital. “Kita gak bisa njagakke (bergantung, red) pemerintah dengan menunggu undang-undang mengenai perlindungan data pribadi. Sebaiknya kita harus lebih peduli dengan data pribadi kita sejak sekarang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rima menjelaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan literasi digital. Generasi muda dianggap lebih cakap berteknologi daripada generasi lain. Oleh karenanya, generasi muda punya tanggung jawab penuh dalam memberikan pemahaman mengenai literasi digital.

Adi, sapaan karib I I Ketut Adi Mariana berharap, kegiatan serupa JPRD dapat terus berlangsung di wilayah Yogyakarta. “Acara-acara yang bisa mengumpulkan insan humas supaya tetap berlangsung secara kontinu. Sebenarnya topik utamanya bukan isu yang diangkat, tetapi juga bertujuan untuk menjalin relasi sesama praktisi humas,” pungkasnya. (AZA)


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas