Pertajam Kemampuan dalam Menilai Kebenaran Informasi

Share post
Menurut Magdalena Wenas, Direktur LSP Manajemen Komunikasi, penting bagi praktisi komunikasi sebagai enabler organisasi untuk meningkatkan nalar dalam memilah informasi. Foto: Dok. PR INDONESIA

Untuk menyusun strategi komunikasi yang efektif, praktisi komunikasi harus memahami keunggulan organisasi. Salah satunya dengan melakukan analisis secara mendalam.

Perkembangan digitalisasi telah menciptakan fenomena banjir informasi. Menurut Magdalena Wenas, Direktur LSP Manajemen Komunikasi, di hadapan para peserta workshop “Strategic PR: Crafting Brand Narratives for Impactful Influence”, Yogyakarta, Kamis (26/10/2023), kondisi ini telah memberikan tantangan tersendiri bagi organisasi. Sebab, kelebihan informasi dapat menyebabkan konten-konten sensitif semakin mudah berkembang.

Dalam konteks ini, Magdalena menyoroti pentingnya praktisi komunikasi sebagai enabler organisasi untuk meningkatkan nalar dalam memilah informasi. Ia juga menekankan pentingnya mempertajam kemampuan dalam menilai kebenaran informasi. Menurutnya, hal ini tidak hanya berlaku saat menerima informasi, tetapi ketika sebagai praktisi komunikasi yang berperan menjadi penyampai informasi.

Di sisi lain, perkembangan digitalisasi juga menciptakan peluang bagi organisasi untuk dapat berkomunikasi secara lebih efektif dan efisien. Hal ini, menurut Magda, begitu ia karib disapa, bisa dilakukan dengan memanfaatkan kanal-kanal informasi yang saat ini sudah terintegrasi.

Selengkapnya Baca di E-MAGZ : EDISI 103, Komunikasi Efektif, Kunci Pemimpin yang Berdampak

Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas