Dwimawan Heru Santoso, AVP Corporate Communication Jasa Marga: Tulus Melayani

Share post
Dwimawan Heru Santoso, AVP Corporate Communication Jasa Marga. Aisyah/PR Indonesia

Kesediaan merelakan kebersamaan dengan keluarga meski di tengah musim libur panjang, bagi pengawal reputasi di perusahaan layanan publik seperti Jasa Marga, bukan lagi menjadi tuntutan, tapi kewajiban.

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID - Terlepas dari perusahaan yang bergerak di penyelenggara jasa jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk atau JSMR adalah perusahaan layanan publik (public service company) yang kesehariannya melayani kepentingan publik selama 24 jam nonstop. “Jasa Marga merupakan B2C (business to consumer). Produk kami langsung kami deliver kepada pelanggan akhir yang serta merta mengonsumsi produk tersebut,” kata AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso kepada PR INDONESIA di kantornya, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Bekerja di perusahaan yang melayani publik sangat berbeda tuntutannya. “Kami dituntut selalu waspada 24 jam,” ujarnya. Apalagi banyak peristiwa yang bisa terjadi di perusahaan dalam sekali waktu. Heru lantas menceritakan pengalamannya ketika suatu hari terjadi kecelakaan truk tangki. Tangkinya lepas dari badan truk hingga menutupi badan jalan. Isi tangki yang berisi cairan kimia keluar dan menyebar kemanamana sehingga harus segera dilakukan evakuasi. Belum lagi menghadapi isu rutin seperti musim hujan yang rawan banjir, kepadatan lalu lintas, hingga libur lebaran. “Kami tidak pernah cuti saat Lebaran. Justru, harus siaga satu,” ujar pria lulusan Teknik Industri itu.

Di tengah banyaknya tantangan, ia justru bersyukur karena menjadi bagian dari Komunikasi Korporat di saat JSMR sedang menghadapi masa-masa percepatan atau yang ia sebut sebagai “the challenging years”. Hingga tahun 2016, wilayah operasi JSMR belum sampai 600 km. Namun, selama kurun dua tahun terakhir, JSMR telah membangun 400 kilometer jalan tol, dan akan terus bertambah. “Tahun depan kami ditarget membangun 230 km lagi,” kata Heru. Itu artinya, JSMR yang tadinya membangun 20 km per tahun, dalam dua tahun terakhir membangun 200 km per tahun. “Ini namanya percepatan sepuluh kali lipat. Nah, bagaimana caranya lari sepuluh kali lipat? Di sinilah tantangannya,” ujar Heru. 

Empat Kunci

Jawabannya adalah transformasi besar-besaran. Termasuk, transformasi di tubuh departemen komunikasi korporat agar bisa mengimbangi kecepatan perusahaan yang sedang berlari sepuluh kali lipat lebih cepat. Selain memerlukan terobosan dalam hal berkomunikasi, menyampaikan pesan dan menyusun program/strategi komunikasi, mereka juga memerlukan tim yang gesit, lincah (agile), dan persisten. Sementara dalam menjalankan perannya, tim komunikasi koporat masuk dalam Strategic Transformation Initiatives JSMR. Di dalamnya ada delapan key initiatives yang salah satunya adalah communications strategy.

Kepada timnya, pria yang berkeinginan menjadi dosen ini berpesan agar selalu menjunjung tinggi integritas. Ada empat kunci untuk menjadi praktisi PR andal. Antara lain, memiliki spirit kejujuran, bisa dipercaya, jangan lelah menyampaikan/ bercerita, dan bijaksana. “Kita harus mampu bertenggang rasa menghadapi banyaknya perbedaan dan senatiasa berusaha menyatukan perbedaan itu dengan melihat dari banyak sudut pandang,” kata pria yang menganut prinsip sempurnakan ikhtiar, berdoa, bertawakal, lalu jalani ketetapan-Nya dengan gembira. 

Di waktu luang, ia kerap menyempatkan waktu bersilaturahim mengunjungi keluarga besarnya bersama istri tercinta. Ia juga sebisa mungkin meluangkan waktu untuk travelling. “Bagi saya, travelling itu bertujuan untuk memperluas wawasan,” ujarnya seraya menutup percakapan dengan mengutip pernyataan Ibnu Battuta, “Travelling—it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” (rvh)

 


Share post

Tentang Penulis
Humas

Humas